Deklarasi Mega-Prabowo dihadiri 50.000 orang

mega-prabowoBERJABAT TANGAN: Capres Megawati Sukarnoputri (kiri) berjabat tangan dengan cawapres Prabowo Subianto ketika mendeklarasikan diri sebagai pasangan kandidat presiden dan wapres dalam pilpres 8 Juli mendatang di Bantargebang, Bekasi, Minggu (24/5).(Rtr/Supri)

Jakarta (SIB)
Sekitar 50 ribuan orang memadati tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Jabar, Minggu untuk mengikuti acara deklarasi pasangan Calon Presiden (Capres) Megawati Soekarnoputri dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto.
Mereka beramai-ramai berjalan kaki menuju panggung utama karena akses jalan masuk terhambat oleh sejumlah bus, dan angkutan kota sewaan yang ditumpangi massa terparkir di sekitar jalan masuk.
TPA Bantar Gebang yang biasanya didatangi oleh para pemulung, hari ini dihiasi oleh atribut massa PDI dan Gerindra, dengan dominasi warna dasar partai tersebut, merah dan putih
Berdasarkan laporan pandangan mata ANTARA, tidak ada bau sampah yang tercium dari tempat yang dipadati dengan sampah rumah tangga penduduk Jakarta itu.
Lagu Padamu Negeri dikumandangkan di atas panggung oleh para pendukung Mega-Pro.
Terdapat tiga panggung di lokasi, panggung utama tidak dilengkapi dengan latar belakang sedangkan panggung satu lagi yang dikhususkan untuk group paduan suara, dihiasi dengan latar belakang poster Megawati dan Prabowo.
1.000 Kader PPP Hadiri Deklarasi Mega-Prabowo
Bendera PPP ikut memeriahkan deklarasi Mega-Prabowo. Tidak hanya itu, 1.000 kader partai yang mendukung SBY-Boediono itu juga diklaim ikut menghadiri deklarasi Mega-Prabowo.
“Dukungan terhadap kita bukan hanya dari Gerindra dan PDIP saja, tapi ada saudara-saudara kita dari PAN, dan ada seribu kader PPP yang hadir di sini,” kata MC deklarasi Mega-Prabowo, Dedy Gumelar alias Miing di lokasi deklarasi, TPA Bantar Gebang, Bekasi, Jabar, Minggu (24/5).
Tak cuma bendera PPP, bendera PAN juga berkibar-kibar di TPA Bantar Gebang. Bendera itu dikibarkan kader PAN Bekasi. Pengurus PAN Bekasi mengaku mendukung Mega-Prabowo meski partainya secara resmi mendukung SBY-Boediono.
Selain bendera PDIP, Gerindra, PPP dan PAN, bendera Pakar Pangan dan Partai Sarikat Islam juga memeriahkan deklarasi Mega-Prabowo.
Terkait Pilpres, PAN sempat terpecah belah. Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir awalnya telah menjajaki koalisi dengan Prabowo. Namun Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Amien Rais menggelar rapat DPW yang isinya mendukung SBY. Secara resmi akhirnya partai ini menyatakan koalisi mendukung SBY-Boediono. Namun sikap tokoh parpol ini tidak bulat. Dradjat Wibowo misalnya lebih memilih mendekat ke pasangan JK-Wiranto.
Prabowo: Mari Rebut Kembali Kedaulatan Rakyat Indonesia
Cawapres Megawati, Prabowo Subianto dengan semangat membara memberikan sambutan dalam deklarasi pasangan capres-cawapres yang diusung PDIP dan Gerindra. Dalam sambutannya, Prabowo mengajak rakyat untuk merebut kedaulatan rakyat.
“Mari rebut kembali kedaulatan rakyat,” kata Prabowo berapi-api dalam sambutannya di TPA Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/5).
Menurut Prabowo, ke depan, rakyat Indonesia mempunyai pilihan-pilihan yang sangat penting, yakni pilihan terhadap sistem ekonomi yang selama ini dianggap salah sehingga harus segera diganti.
“Pilihan di depan kita, sangat-sangat penting, sangat-sangat sederhana. Pilihan rakyat adalah apakah kita mau melanjutkan sistem yang salah? Apa mau lanjutkan sistem ekonomi yang tidak berhasil, atau kita kembalikan bangsa Indonesia kepada rakyat?” tanya Prabowo kepada ribuan massa.
Untuk itu, Prabowo menyatakan terimakasih kepada Megawati yang memberi kepercayaan kepadanya untuk berjuang kembali merebut kebesaran Indonesia.
“Saya siap berjuang demi rakyat Indonesia. Saya siap berjuang demi keadilan dan kebesaran Indonesia. Kami siap mengembalikan ekonomi Indonesia ke tangan rakyat Indonesia. Kami akan berjuang bersama rakyat demi keadilan, demi kesejahteraan,” pungkas Prabowo.
MEGA-PRO BERTEKAD BANGUN KEMBALI INDONESIA RAYA
Pasangan Calon Presiden (Capres) Megawati Soekarnoputri dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto meminta dukungan masyarakat dan siap berjuang untuk membangun kembali Indonesia Raya.
Megawati dalam pidato deklarasi mengatakan, dirinya menyambut baik segala bentuk dukungan yang hingga kini telah diberikan oleh kaum petani, nelayan, buruh, pemulung, pedagang, tani, yang secara spontan datang ke lokasi deklarasi di Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu.
“Begitu banyak dukungan yang telah diberikan kalangan masyarakat kecil dengan datang ke Bantar Gebang untuk menyuarakan gema dari harapan dan optimisme terdalam rakyat. Suaranya memanggil saya dan Prabowo untuk berteduh bersama rakyat untuk membangun kembali Indonesia Raya,” kata Mega.
Mega juga meminta dukungan doa dan partisipasi masyarakat yang memiliki hak pilih untuk memberikan suaranya bagi pasangan Mega-Prabowo pada Pilpres 8 Juli mendatang
Mega Siap Berpeluh Bersama Rakyat Membangun RI
Capres PDIP Megawati menyatakan siap berpeluh bersama rakyat untuk kembali membangun Indonesia. Ia meminta para pendukungnya berjuang keras untuk memenangkan duet Mega-Prabowo.
“Gema harapan dan optimisme rakyat, suara yang memanggil saya dan Mas Prabowo untuk berpeluh bersama rakyat untuk kembali membangun Indonesia,” kata Mega. Mega saat itu mengenakan baju warna hitam dengan aksen warna merah. Mega juga memakai gelang dan cincin emas.
Mega mengingatkan jalan untuk memenangkan duet yang mengusung ekonomi kerakyatan tidak gampang. Perjuangan keras sangat dibutuhkan. Mega lantas menanyakan kepada pendukungnya apakah siap untuk ikut berjuang bersama-sama.
“Apakah saudara yang hadir sanggup memberikan dukungan kepada kami, sebarkan ke penjuru tanah air kalian akan pilih kami sebagai capres dan cawapres 2009-2014. Sanggup?” teriak Mega.
Para pendukung Mega menjawab teriakan itu dengan teriakan sanggup, sanggup berkali-kali. Mega lantas menutup pidatonya dengan teriakan merdeka, merdeka.
Berapi-api, Prabowo Ajak Pendukung Cek DPT
Prabowo Subianto berpidato penuh semangat dan berapi-api saat deklarasi Mega-Prabowo. Ia mengajak ribuan pendukungnya memilih pasangan Mega-Prabowo di Pilpres. Ketua Dewan Pembina Gerindra ini pun mengajak mereka mengecek Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Kalian sudah masuk DPT belum? Jangan mau kalau kalian tidak dimasukkan ke dalam DPT,” kata Prabowo.
Sambil mengepalkan tangan dan sesekali berteriak hidup Mega, Prabowo juga mengajak pendukungnya untuk ke TPS pada Pilpres 8 Juli.
“Mari berjuang untuk keadilan rakyat. Merdeka…merdeka…” tutup Prabowo.
Mega Berpeluh Keringat & Prabowo Berpeci di Bantar Gebang
Pasangan Megawati dan Prabowo Subianto benar-benar ‘membakar’ Bantar Gebang, Bekasi. Kedatangan mereka disambut ribuan pendukung. Terik matahari sore tidak mengganggu meriahnya acara.
Persis pukul 15.00 WIB, Minggu (24/5), acara deklarasi dimulai. Lagu Indonesia raya dinyanyikan kedua pasangan dan ribuan pendukung dengan semangat.
Tampak hadir Guruh Soekarno, Fadli Zon dan beberapa pengurus kedua partai. Selain itu bendera merah putih ukuran besar juga tampak menghias lokasi.
Dalam kesempatan ini Mega memakai baju hitam yang dikombinasikan dengan warna merah. Mega juga tampak memegang sapu tangan berwarna putih, yang digunakannya mengelap keringat.
Sementara Prabowo mengenakan peci hitam dan pakaian warna krem. Ribuan pendukung kedua pasangan yang umumnya memakai seragam merah tampak antusias menyambut acara deklarasi.
Mega-Prabowo Ramaikan Deklarasi dengan Pukul Kentongan Merah
Kentongan merah turut menjadi saksi deklarasi pasangan capres-cawapres Megawati-Prabowo di TPA Bantar Gebang, Bekasi. Dengan memukul kentongan, perjuangan merebut kembali kedaulatan rakyat telah dimulai.
Pantauan detikcom, Mega dan Prabowo tampak menabuh kentongan warna merah dengan semangat. Ribuan peserta lain juga ikut menabuh kentongan yang mereka pegang masing-masing.
Usai sambutan Mega-Prabowo, dilanjutkan dengan lantunan lagu Indonesia Pusaka oleh Edo Kondologit. Selanjutnya, para wong cilik seperti pedagang asongan, nelayan dan petani memberikan sambutan di panggung kehormatan.
Puluhan Massa Pingsan di Deklarasi Mega-Prabowo
Deklarasi pasangan capres-cawapres Megawati-Prabowo dihadiri oleh ribuan massa pendukung dan simpatisan keduanya. Tak pelak, puluhan orang pingsan akibat berdesak-desakan dengan sesama peserta deklarasi.
“Dari sejak pagi tadi sampai sekarang ada ratusan orang yang datang ke pos kesehatan,” kata Koordinator Tim Kesehatan Deklarasi Mega-Prabowo, Alfian.
Dari ratusan pasien tersebut, sekitar 30-an di antaranya pingsan. “Sekitar 30 orang pingsan karena kekurangan oksigen berdesak-desakan, mereka umumnya juga perutnya masih kosong. Kita berikan oksidegen dan vitamin dan sampai saat ini belum ada yang dirujuk,” imbuh Alfian.
Pantauan detikcom, satu persatu massa terus berdatangan ke posko kesehatan, baik bapak-bapak ibu-ibu dan anak-anak. Mereka digotong di atas tandu kemudian dimasukkan ke dalam posko.
Pemilihan Lokasi Bantar Gebang Atas Usulan Mega
Pasangan capres-cawapres Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto memilih tempat pembuangan sampah Bantar Gebang sebagai tempat deklarasi. Siapa yang punya usul?
“Pemilihan lokasi deklarasi di Bantar Gebang atas kemauan Ibu Mega yang disetujui oleh Pak Prabowo,” ujar Ketua Badan Pemenangan (BP) Pemilu PDIP Tjahjo Kumolo.
Menurut Tjahjo, dipilihnya Bantar Gebang sebagai lokasi deklarasi agar seluruh lapisan masyarakat bisa datang tanpa ada undangan VIP atau undangan khusus.
“Rencananya setelah deklarasi di Bantar Gebang kita akan melakukan deklarasi di seluruh provinsi yang lokasinya di pasar, tempat-tempat sampah seperti ini atau pun di lokasi nelayan,” kata Tjahjo.
Rendra Dukung Mega Prabowo, Ajak Lawan Kekuasaan Asing
Puisi karya Chairil Anwar, Karawang-Bekasi dibacakan WS Rendra dalam deklarasi pasangan Mega-Prabowo. Tidak lupa penyair yang dijuluki ‘Si Burung Merak’ ini juga menyampaikan dukungannya.
“Saya tidak masuk parpol manapun, tapi saya mendukung Mega-Prabowo. Sebab Mega-Prabowo tidak melanjutkan pemerintah yang didominasi asing,” kata Rendra sebelum membacakan puisi.
Menurut Rendra, alasan dia mendukung pasangan ini karena duet ini membuat pemerintahan mandiri yang berbasis ekonomi kerakyatan.
“Sesuai amanat pendiri negara. Karena itu saya akan bacakan sajak Chairil Anwar, Karawang-Bekasi,” jelas Rendra.
Selama beberapa menit dia membacakan puisi itu dengan penuh semangat. Di akhir puisi dia mengajak ribuan pendukung Mega-Prabowo melawan intervensi dari negara lain.
“Lawan kekuasaan asing,” tutupnya.
Taufiq Kiemas Ada, Tapi Nunggu di Mobil
Meski tidak terlihat saat deklarasi Mega-Prabowo, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Taufiq Kiemas ditegaskan menghadiri acara deklarasi tersebut. Taufiq tidak ikut naik panggung, tapi memilih menunggu di mobil.
“Ada. Tapi nunggu di mobil,” kata Ketua DPP PDIP Puan Maharani usai deklarasi Mega-Prabowo di TPA Bantar Gebang, Bekasi, Jabar, Minggu (24/5).
Puan yang adalah putri pasangan Mega-Taufiq itu menyatakan ayahnya tidak turun dari mobil karena alasan kesehatan. “Tadi soalnya massa ramai, berdesak-desakan. Bapak kan baru keluar dari RS,” tukas Puan. Hal senada juga disampaikan Sekjen PDIP Pramono Anung.
Anggota Badan Pemenangan (BP) Pemilu PDIP Budi Mulyawan juga menyatakan tidak munculnya Taufiq dalam deklarasi itu bukan karena alasan politik. Secara politik, Taufiq yang sempat menjajaki koalisi dengan Partai Demokrat (PD) itu sudah merestui duet Mega-Prabowo. “Lebih karena alasan kesehatan,” tegas Budi.(detikcom/d)

One Response

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas?😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: